NAMA : RISKY SYAWANI DAFITRA
KELAS
: 1H PAI
TUGAS
: Deskripsi Biografi Tokoh
Saya
Memilih : Kedua Insan yang sangat berjasa ( Kedua Orang Tua )
Ini
lah aku seorang anak yang sedang beranjak ke masa remaja menuju ke masa
kedewaasaan yang penuh dengan rintangan masalah yang pasti ada dan selalu ada
namun harus diselesai kan dan dilalui . Dengan seiringnya waktu dan
bertambahnya usia juga dapat menumbuhkan jiwa kedewasaan, karena dengan jiwa
dan sikap dewasa maka kamu juga dapat menjadi seorang pemimpin yang tegas. Kamu
akan menyadari kedewasaan saat kamu sudah bisa berfikir betapa bodohnya
saat-saat masa remaja dengan kekasih yang begitu mencintai dan dicintai namun
kamu akan sangat terpukul dan merasakan kehilangan yang luar biasa saat patah
hati. Mempunyai pola pikir kedepan untuk masa depan, memikirkan untuk mencari
pendamping hidup, malu menerima uang pemberian orang tua, dan ucapan serta nada
bicara yang profesinal adalah ciri sikap kedewasaan. Banyak hal dan banyak cerita kedewasaan diluar sana yang
dapat membangun untuk dapat bersikap lebih dewasa dan profesional dalam
pergaulan , keluarga , kerabat , teman , pekerjaan dan masih banyak lagi itu
semua akan kamu dapatkan disaat kamu berani memulai semuanya dan berani untuk
mengambil resiko didalamnya.
Rintangan
dan masalah , itu semua selalu datang
dan selalu ada tinggal bagaimana cara kita menyikapinya dan menghadapinya untuk
mencari jalan keluar dari maslah tersebut
dan alhamdulillah semua masalah
dan rintangan itu dapat dengan mudah
diselesaikan karena berkat adanya support dari kedua orang tua yang selalu memberikan semngat dan pandangan
dalam segala hal itulah orang tua. Apalagi sosok seorang ayah yang dikenal
dengan kebijaksaan , kewibawaan , dan ketegasannya dalam mengatur rumah tangga
dan mendidik anak – anaknya itulah ayah. Dan ibu adalah
sosok cinta sejati nan rupawan , memiliki cinta sejati dan khas Tiada rasa dan
tak ada kelembutan yang dapat menyaingi keberadaanmu. Wajahmu yang cantik nan
rupawan, rela kau jadikan sosok keriput dengan segala air keringatmu yang keu
berikan untukku. Engkau benar - benar merelakan sebuah anugerah kecantikan dari
Tuhan hanya demi anak sepertiku yang banyak memiliki kedsalahan akan dirimu .
Aku tidak tahu sampai sejauh mana pengorbanan yang telah ibu lakukan untukku .
Namun satu hal yang Aku ketahui, Engkau berkorban selama nafas masih berhembus
di dalam ragamu. Hari demi hari, bulan dan tahun silih berganti, keriput
ditubuhmu mulai menghiasi indahnya wajahmu yang dulu semua iku engkau lakukan
hanya demi anakmu anak seperti diriku yang tidak tau bagaimana caranya membalas
budi baikmu. Ibu, kini aku sungguh menyadari bahwa engkau sudah tidak muda
seperti dulu lagi. Kekuatanmu sudah mulai berkurang seiring bertambahnya umur
yang engkau miliki. sungguh aku tidak mau engkau semakin tua dan meninggalkanku
sendiri kuingin engkau selalu ada menemaniku.
Hampir
setiap orang selalu mengagumi sosok ibu. Namun, tidak denganku. Selain mengidolakan ibu, akupun mengidolakan
ayahku. Bagiku, ayah adalah seorang pria idaman karena ayah adalah sosok yang
sangat bertanggung jawab. Maka itulah aku mengidolakan ayahku dan selalu akau
jadikan panutan dalam segala hal. Ayahku bernama Ramli Beliau lahir di
Pontianak tanggal 2 Januari 1970. Ia
besar di pontianak dan pernah bekerja dijakarta namun tidak lama dan kembali
lagi ke pontianak dan bertemulah dengan ibu ku hingga menjalin asmara.
Ayahku
memang tak begitu tampan namun entah apa yang membuat ibuku tertarik dengannya
, ya memang dengan badannya agak gemuk dan berisi membuatnya kelihatan lebih gagah,
serta warna kulit nya yang agak coklat kemerah - merahan membuatnya kelihatan
eksotis tapi itulah ayahku yang berpenampilan sederhana sangat sederhana dan
jarang sekali berbicara jika tak diajak berbicara namun pandai sedikit membuat
lelucon namun jika iya memerintahkan itu harus lngsung di laksanakan.
Ayahku memang bukanlah
seorang superhero hebat seperti yang ada di kartun televisi , Ayahku bukanlah
seorang jutawan dan milyarder , ia juga bukanlah seorang yang nomor satu di
negeri ini, dan dia juga bukanlah siapa-siapa di negeri ini, namun ayahku dia
hanyalah seorang yang biasa saja namun sangat menakjubkan yang sangat hebat dalam segala hal
dan segala bidang dan nomor satu di hatiku didalam hidupku tak
ada yang bisa menggantikannya dihidupku yang aku merasa sangat beruntung telah
memilikinya hingga seluruh jiwa dan raghaku hanya untuk nya . Dia lah ayahku
yang hebat dan tak ada gantinya dimanapun dan siapapun tidak ada yang dapat
menggantikan nya . Seorang ayah yang telah merawatku dari sejak aku masih
kecil hingga aku menuju dewasa pada saat ini , seorang ayah yang banyak
mengajariku mengenai banyak hal dan segala hal dalam hidupku , mendidikku
dengan hal-hal yang sangat baik, tak pernah ayahku menunjukkan hal-hal yang tak baik di hadapanku,
karena aku tahu dia lah ayah yang terbaik bagiku , dan ia juga tahu bahwa ialah
yang menjadi panutan dalam kehidupanku yang menjadi contoh untuk aku ikuti. Ayahku
yang menjadi guru dalam segala hal bagiku yang mengajariku banyak hal baik itu
dalam kepribadian hingga pelajaran. Apapun panggilannya, baik itu ayah, papa,
abi, babeh, daddy, father, atau apapun dimana pun itu, pangilan-panggilan itu
tetap memiliki arti yang sama yaitu seorang laki - laki yang akan selalu tetap tegar, tabah,
dan sabar demi anak - anaknya dan dia
lah sosok seorang yang terhebat dalam hidupku yang selalu banggakan. Dia yang akan
selalu ada bagi keluarganya baik suka maupun duka harus tetap dilewati karena
seluruh tanggung jawab ada padanya itu lah ayah.
Ayahku
adalah seorang guru honorer di sebuah sekolah swasta di kabupaten Kubu Raya
tempat kami tinggal saat ini. Minimnya penghasilan sebagai guru honorer kadang
sangat merepotkan bagi kehidupan kami. Namun seorang ayah tidak pantang
menyerah apapun dapat ia lakukan demi melihat keluarganya tersenyum bahagia.
Tapi kami selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan dan aku sangat
bersyukur telah diberikan seorang ayah yang sangat sayang dan bertanggung jawab
atas keluarganya , berkat ayahku yang ahli dalam segala bidang membuatnya
selalu dibutuhkan oleh orang – orang yang alhamdulillah dapat membuat Kebutuhan
rumah tangga dan biaya aku sekolahpun dapat terpenuhi. Memang tidak seberapa,
tetapi kami sangat bersyukur. Karena keadaan inilah, ayah selalu menasehati aku
untuk selalu menjalankan ibadah dan bersyukur apapun keadaannya. Ayah juga
selalu menasehatiku tentang pentingnya menabung demi masa depan. Atas nasehat
ayah ini, aku pun tidak berani menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang
bukan menjadi prioritas kebutuhanku. Berkat kegigihan ayahku, aku kini mampu
kuliah di sebuah Institut Islam Negeri favorit yang ada dikota Pontianak.
Buatku, ayah adalah sebenar-benarnya Pahlawan.
TERIMA KASIH AYAH.
SEKIAN.
Inilah sebuah narasi
atau karanagn yang bertemakan biografi kedua orang tua semoga dapat menambah
pola pikir terhadapat kedua orang tua dan dapat manfaat untuk diri kita aamiin
wassalamu’alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar